Misalnya, konon Bung Karno tidak pernah menghisap rokok sampai habis. Ia lebih sering mematikan roko, bila masih tersisa setengah. Aktivitas merokok sering dilakukannya selepas makan. Selepas mengisi perut, ia akan senang sekali bila bisa menyantap buah dan menghisap rokok.
Bung Karno juga kerap menjadikan rokok sebagai medium untuk bermain-main dengan anaknya. Alkisah, dari ubun-ubun anaknya Rachmawati Soekarnoputri sering terlihat asap mengepul, yang berasal dari rokok Bung Karno.
Biasanya, selepas makan, Bung Karno sering menyisakan satu hisapan terakhirnya untuk ditiup di kepala Rachmawati. Asap yang ditiupkan di rambut Rachma, tentu menyisakan kepulan asap dari atas kepala. Apalagi, putri-putri Bung Karno semua memanjangkan rambutnya. “Saya sangat senang kalau Bapak melakukan itu….” ujar Rachma.
Setelah semua asap disemburkan ke ubun-ubun Rachma, biasanya sambil berdiri Bung Karno tertawa dan berkata, “Naaah… rambutnya kebakaran… makanya selalu pirang seperti rambut jagung….” Bung Karno tertawa, Guntur, Mega, Sukma, dan Guruh pun terpingkal-pingkal.
Berikut beberapa foto yang menampilkan sosok Bung Karno dengan rokok:

Secret Agent - Bung Karno sedang memegang rokok, sembari bercakap dengan Soeharto.

Secret Agent - Gaya merokok Presiden Sukarno dan Perdana Menteri Uni Soviet (Rusia), Nikita Khrushche

Secret Agent - Bung Karno membagikan api pada Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru.
No comments:
Post a Comment